THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Api Karhutla Kembali Membesar di Belakang Kampus UNISKA Handil Bakti
Dimas Samosir, 10/08/2026
Nasional

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kian meluas dan mengancam fasilitas pendidikan. Kobaran api yang membakar vegetasi semak belukar di lahan gambut dilaporkan semakin mendekati area Gedung Kampus Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari (MAB) serta area permukiman warga pada Rabu (7/10/2026).
Kondisi krisis ini memaksa manajemen kampus menghentikan seluruh aktivitas perkuliahan demi keselamatan civitas akademika.
Kronologi Kebakaran di Belakang Area Kampus Peristiwa kebakaran ini berawal dari titik api yang muncul di areal persawahan dan semak belukar kering pada Selasa (6/10/2026) malam. Meski sempat berhasil dijinakkan oleh tim pemadam pada malam harinya, kondisi lahan gambut yang mengering disertai hembusan angin kencang membuat kobaran api kembali menyala dan membesar pada Rabu pagi.
Api cepat merambat mendekati bagian belakang kompleks kampus UNISKA MAB dan perumahan warga di sekitar Kompleks Handil Bakti Indah. Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi hingga masuk ke dalam area parkir serta ruang kelas, memicu kepanikan di antara para mahasiswa.
Fakta-Fakta Teknis Pemadaman di Lapangan Karakteristik tanah gambut dan tumpukan vegetasi kering menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran di lokasi. Walaupun permukaan atas tampak padam, bara api di bawah lapisan gambut terus menjalar dan memicu titik api baru. Selain faktor angin, minimnya pasokan air di sekitar titik lokasi kebakaran memperlambat proses pemadaman darat. Mahasiswa dan warga setempat bahkan turut membantu pedagang di sekitar kampus untuk mengevakuasi barang dagangan dan kendaraan agar tidak terpapar jilatan api.
Pernyataan Resmi Pihak Kampus dan Petugas Menanggapi situasi darurat tersebut, pihak rektorat UNISKA MAB menginstruksikan seluruh mahasiswa dan staf untuk segera mengosongkan area kampus. "Saat alarm berbunyi, kami berhamburan keluar. Api sudah sangat dekat dengan bangunan dan parkiran, sehingga perkuliahan langsung dihentikan dan kami diminta pulang," ujar Fitri, salah seorang mahasiswa UNISKA yang berada di lokasi. Di sisi lain, petugas Damkar Barito Kuala menyatakan bahwa penanganan dilakukan secara masif.
"Lokasi yang terbakar merupakan gambut dan semak belukar yang sangat kering, sehingga api mudah muncul kembali meskipun sudah disiram," jelas petugas pemadam di lokasi. Perkembangan Terakhir Operasi Pemadaman Untuk mencegah api menerobos bangunan utama kampus dan kawasan perumahan, operasi pemadaman berskala besar dikerahkan.
Belasan unit armada mobil pemadam kebakaran Pemkab Barito Kuala, relawan gabungan, hingga unit water cannon milik kepolisian diterjunkan ke lokasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyiagakan satu unit helikopter water bombing jenis Mi-8 untuk melakukan pemboman air dari udara guna melokalisasi pergerakan api. Hingga Rabu malam, tim gabungan masih terus melakukan pendinginan di perbatasan area pemukiman.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS