KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Tim ITK Terapkan Filter HYDROVIVE di Sepaku, Penajam Paser Utara

Dimas Samosir, 10/19/2026

Balikpapan

Hero image 1

Upaya meningkatkan produktivitas sektor budidaya perikanan air tawar terus dilakukan oleh kalangan akademisi. Tim peneliti dari Institut Teknologi Kalimantan (ITK) menggulirkan program Inovasi Sosial (INSOS) HYDROVIVE 2026 guna membantu peternak ikan nila di Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Inovasi ini difokuskan pada penanganan kualitas air kolam yang selama ini menjadi kendala utama peternak lokal.

Pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh tim dosen ITK yang terdiri dari Alvianus Kristian Sumual, S.E., M.E., Eka Pratiwi Briant Pakiding, S.T., M.Sc., dan Martina Puspita Sari, S.T., M.T. Langkah kolaboratif tersebut turut melibatkan secara aktif sepuluh mahasiswa dari berbagai latar belakang disiplin ilmu di lingkungan ITK.

Kondisi Air Sungai dan Tantangan Budidaya Sebelum penerapan teknologi, para pembudidaya di Desa Suko Mulyo mengandalkan pasokan air dari aliran sungai sekitar. Namun, hasil kajian dan observasi di lapangan menunjukkan kondisi air sungai yang cenderung keruh serta berwarna kecokelatan.

Pengujian awal tingkat keasaman menggunakan kertas indikator pH mencatat angka berada pada skala 5 hingga 6. Kondisi air yang tergolong asam dan keruh ini berisiko mengganggu ekosistem kolam, menekan pertumbuhan, hingga menurunkan tingkat kelangsungan hidup bibit ikan nila. Kondisi tersebut mendorong tim ITK merancang alat penjernih air yang murah, efektif, dan mudah dirawat.

Prinsip Kerja Teknologi Filter HYDROVIVE Sistem filtrasi HYDROVIVE dirancang menggunakan struktur wadah penyaring berbahan pipa PVC yang memuat kombinasi media penyaring berlapis. Setiap susunan media memiliki fungsi mekanis dan kimiawi yang saling melengkapi : Pasir Silika : Berperan menyaring endapan lumpur dan partikel fisik. Karbon Aktif : Mengadsorpsi zat organik penyebab bau dan warna keruh. Zeolit & Ferolit : Berfungsi mengikat kandungan amonia serta menekan zat besi/logam. Dacron: Penyaring halus sekaligus pembatas antar-lapisan. Kapur Gamping : Menetralkan dan menaikkan derajat keasaman (pH) air agar aman bagi bibit ikan.

Tahapan Pelaksanaan dan Demostrasi Alat Rangkaian kegiatan diawali dari survei lokasi pada Januari hingga Maret 2026, lalu dilanjutkan pembukaan resmi program pada 9 Mei 2026. Proses perakitan serta uji coba teknis perangkat dilakukan secara bertahap pada 10 dan 11 Juni 2026.

Puncak kegiatan berlangsung pada 13 Juni 2026 melalui penyerahan alat sekaligus peragaan teknis penggunaan dan pemeliharaan filter kepada masyarakat dan jajaran Pemerintah Desa Suko Mulyo.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS