THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Rekonstruksi Pembunuhan KM 4 Balikpapan Peragakan 20 Adegan Maut
Dimas Samosir, 09/26/2026
Balikpapan

Penanganan perkara tindak pidana kekerasan yang merenggut nyawa di kawasan Balikpapan Utara memasuki fase krusial. Aparat Kepolisian Sektor Balikpapan Utara bersama Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Balikpapan menggelar reka ulang adegan atau rekonstruksi atas kasus penikaman fatal yang menimpa seorang pria berinisial FNB (31).
Proses reka ulang tersebut memperagakan sebanyak 20 adegan secara terperinci guna memperjelas konstruksi hukum dan kronologi penganiayaan berat tersebut.
Rekonstruksi yang dilaksanakan pada Kamis (24/9/2026) ini menghadirkan langsung tersangka utama berinisial AS (29). Pelaksanaan reka ulang dikawal ketat oleh jajaran kepolisian dan disaksikan oleh pihak Kejaksaan guna memastikan kesesuaian antara keterangan saksi, pengakuan tersangka, serta bukti fisik yang tertera di dalam berkas perkara penyidikan.
Peristiwa berdarah ini bermula dari area pemukiman di Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara. Rangkaian adegan rekonstruksi menunjukkan bahwa perselisihan antara korban dan pelaku pecah di area rumah kontrakan yang ditempati oleh tersangka. Percekcokan mendadak tersebut meningkat menjadi kontak fisik hingga tersangka mencabut senjata tajam dan menyerang korban secara beruntun.
Memasuki adegan ke-15, korban yang terdesak sempat berusaha membela diri dengan mengambil sebuah batu di sekitar lokasi untuk menghalau serangan tersangka. Korban kemudian berupaya melarikan diri menuju area jalan raya dengan kondisi senjata tajam jenis badik masih menancap di bagian tubuhnya.
Namun pada adegan ke-16, tersangka mengejar korban, merangkulnya dari belakang, dan kembali mendaratkan tusukan mematikan di pinggir jalan dekat deretan toko seberang SPBU Kilometer 4. Korban akhirnya tumbang di dekat toko suku cadang kendaraan tak jauh dari SPBU.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta visum et repertum yang dibacakan dalam rangkaian reka ulang, tim medis menemukan sedikitnya 8 luka tusuk pada tubuh korban. Selain luka akibat benda tajam, petugas juga mendokumentasikan dua luka memar serta satu luka gores di bagian fisik korban.
Penyidik mengonfirmasi bahwa seluruh adegan yang diperagakan oleh tersangka di tiga lokasi berbeda—yakni rumah kontrakan, tepi jalan utama Soekarno-Hatta, dan toko sparepart—berjalan konsisten tanpa ada perbedaan signifikan dibanding berkas acara pemeriksaan awal.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS