THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Direktur BYAN Lepas Saham Rp9,48 Miliar di Tengah Isu Akuisisi
Dimas Samosir, 09/24/2026
Nasional

Jajaran direksi PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali mencatatkan transaksi pelepasan saham di pasar modal domestik. Chief Financial Officer (CFO) sekaligus Direktur Perseroan, Alastair Gordon Christopher McLeod, dilaporkan mengobral sebagian porsi kepemilikan saham pribadinya senilai total Rp9,48 miliar dalam dua hari perdagangan berturut-turut.
Langkah divestasi ini terjadi bersamaan dengan merambatnya proses akuisisi strategis oleh kelompok bisnis Jhonlin Group di entitas pertambangan batu bara tersebut.
Berdasarkan dokumen keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bursa Efek Indonesia (BEI), pelepasan saham tersebut berlangsung dalam dua gelombang transaksi eksekusi.
Pada gelombang pertama tanggal 21 September 2026, McLeod memutus eksekusi atas 185.200 lembar saham BYAN dengan patokan harga sebesar Rp13.352 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp2,47 miliar. Tak berhenti di situ, eksekusi tahap kedua dilanjutkan pada 22 September 2026.
Petinggi asal Swotlandia tersebut kembali melepaskan sebanyak 524.300 lembar saham pada tingkat harga Rp13.373 per unit, yang menghasilkan nilai transaksi tambahan sebesar Rp7,01 miliar. Kombinasi kedua transaksi yang berselang 24 jam ini membukukan total pelepasan 709.500 lembar saham perseroan.
Rangkaian transaksi modal ini secara langsung mengikis jumlah porsi portofolio saham milik McLeod di emiten berkode saham BYAN tersebut. Total kepemilikan sahamnya susut dari angka awal sebesar 4.000.000 lembar menjadi tinggal 3.290.500 lembar saham.
Penurunan porsi tersebut merepresentasikan pengurangan sekitar 17,7% dari total investasi pribadi McLeod sebelum dilakukannya penjualan. Kendati begitu, manajemen menegaskan bahwa proporsi hak suara yang dimiliki McLeod atas seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan tidak mengalami perubahan material, yakni bertahan stabil pada tingkatan 0,01%.
keterbukaan informasi resminya mengonfirmasi keberadaan transaksi internal tersebut. Perusahaan menegaskan bahwa status kepemilikan yang ditransaksikan oleh McLeod merupakan kepemilikan secara langsung atas nama pribadi dan dikategorikan murni sebagai aksi jual beli biasa di lantai bursa.
Di samping itu, dokumen OJK menggarisbawahi bahwa McLeod tidak memiliki hubungan afiliasi langsung dengan anggota direksi lainnya, jajaran dewan komisaris, maupun pemegang saham utama serta pengendali perseroan. Hal ini menepis spekulasi adanya benturan kepentingan atau pengalihan struktur kendali secara internal.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS