THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Video viral spanduk tolak LGBT di jalan Mulawarman Samarinda
Dimas Samosir, 08/09/2026
Samarinda

Jagat media sosial di Kalimantan Timur kembali ramai oleh perbincangan publik setelah sebuah unggahan video pendek menampilkan sekelompok warga membentangkan spanduk protes. Dalam dokumentasi yang beredar luas melalui akun Instagram @hallosamarinda tersebut, terlihat puluhan orang menggelar aksi bentang spanduk berukuran besar bertuliskan "SAMARINDA TOLAK LGBT" di ruang publik.
Peristiwa ini dengan cepat memantik atensi warganet dan menyoroti dinamika sosial yang sedang berkembang di ibu kota Provinsi Kalimantan Timur terkait perlindungan norma dan moralitas generasi muda.
Aksi pembentangan spanduk di pusat kota ini bukanlah sebuah insiden spontan tanpa latar belakang. Gelombang penolakan ini berkorelasi erat dengan gerakan yang tengah digaungkan oleh elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Forum Pemuda Anti LGBTQ Kota Samarinda.
Gelombang penolakan serupa merupakan pola yang sering muncul di berbagai wilayah di Indonesia. Isu ini biasanya beririsan sangat kuat dengan nilai-nilai agama, norma sosial, budaya lokal, dan dorongan untuk membuat Peraturan Daerah (Perda).
Seperti yang dituntut oleh warga Samarinda saat ini, masyarakat di daerah lain juga kerap menekan Pemerintah Daerah untuk menerbitkan payung hukum (Perda atau Perwali) tentang Ketertiban Umum atau Anti-Maksiat untuk membatasi ruang gerak kampanye tersebut.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS