KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

SPPG Disorot Atas Kasus Keracunan MBG Bontang Hari Ini

Dimas Samosir, 08/10/2026

Bontang

Hero image 1
Suasana Dirumah sakit LNG Bontang dimana murid yang diduga keracunan MBG Dirawat. Dok : Bontangpost (1/3)

Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang kembali memunculkan catatan kelam. Pada Senin (10/8/2026), puluhan siswa dan tenaga pendidik di SMP Vidatra Bontang dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami gejala mual, muntah, hingga sesak napas. Kejadian ini diduga kuat sebagai insiden keracunan massal usai para korban mengonsumsi hidangan dari program MBG yang dibagikan di sekolah.

Insiden bermula pada Senin pagi saat rutinitas pembagian paket makanan dari program MBG didistribusikan kepada para peserta didik. Makanan mulai dikonsumsi warga sekolah pada pukul 09.50 WITA. Paket menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi gurih, ayam suwir, tumis wortel, oseng tahu, dan buah jeruk.

Seiring berjalannya kegiatan belajar mengajar, efek dari makanan tersebut mulai dirasakan secara massal. Sejumlah murid mengeluhkan pusing dan mual hebat. Memasuki pukul 13.00 WITA, situasi semakin memburuk. Beberapa anak dilaporkan pingsan dan mengalami sesak napas, yang memaksa pihak sekolah segera mengevakuasi korban ke Rumah Sakit LNG Badak untuk mendapatkan intervensi medis darurat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber medis dan sekolah, tercatat ada sekitar 36 hingga 39 orang yang terdampak dalam insiden ini. Dari jumlah tersebut, 21 orang dengan gejala berat harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Fakta krusial lainnya menunjukkan bahwa paket makanan bergizi tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Selatan 5. Kejadian ini kian memprihatinkan lantaran kasus serupa di Bontang—seperti yang menimpa SDN 012 Bontang Selatan sebelumnya—juga masih menunggu hasil uji laboratorium terkait kebersihan dapurnya.

Menghadapi situasi krisis, Kepala SMP Vidatra, Solikhin, segera memberikan klarifikasi terbuka. Ia membenarkan adanya insiden medis yang menimpa siswa dan gurunya usai menyantap makanan program pemerintah tersebut.

"Benar, ada yang dibawa ke RS LNG dan ada yang dipulangkan," ujar Solikhin. Pihak sekolah, yang berada di bawah naungan Yayasan PT Badak LNG, mengklaim langsung melakukan mitigasi cepat dengan mendatangkan tenaga kesehatan ke sekolah untuk menyeleksi kondisi siswa. Lurah Satimpo, Maryono, juga telah mengonfirmasi kebenaran laporan keracunan massal di wilayah administratifnya.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS