KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Penjelasan Resmi Humas Perumdam Terkait Kondisi Air Mahakam

Dimas Samosir, 09/02/2026

Samarinda

Image
Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik, menjelaskan Tentang perkembangan kadar klorida secara intensif. Dok : KaltimToday

Perumdam Tirta Kencana Samarinda memastikan bahwa sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang sebelumnya sempat terdampak fenomena intrusi air laut di Sungai Mahakam kini mulai berangsur normal. Pemulihan operasional ini menjadi angin segar bagi masyarakat setelah pasokan air baku sempat mengalami penyesuaian akibat masuknya air asin ke aliran sungai.

Fenomena naiknya kadar garam atau intrusi air laut ke aliran Sungai Mahakam terjadi akibat dampak musim kemarau panjang yang menurunkan debit air tawar. Kondisi ini menyebabkan sejumlah titik pengambilan air baku atau intake milik Perumdam Tirta Kencana mengalami peningkatan kadar klorida yang cukup signifikan.


Akibatnya, manajemen terpaksa mengambil langkah taktis berupa pengurangan jam operasional pada beberapa IPA guna menjaga kualitas air bersih yang didistribusikan kepada pelanggan di Kota Samarinda.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, sebagian besar unit pengolahan kini telah kembali beroperasi secara penuh selama 24 jam. Kendati demikian, penyesuaian secara berkala masih diterapkan pada titik tertentu seperti di wilayah IPA Bantuas. Tim laboratorium secara konsisten menguji sampel air baku guna memastikan parameter kelayakan tetap terpenuhi sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga.

Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik, menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kadar klorida secara intensif setiap hari. Produksi air pada instalasi yang masih terdampak akan langsung diaktifkan kembali apabila tingkat klorida terbukti berada di bawah ambang batas aman 250 ppm.


"Kami tetap pantau perkembangan intrusi air lautnya. Kalau turun dari 250 ppm, kami akan produksi kembali," ujar Taufik memberikan kejelasan.

Hingga saat ini, tren intrusi air asin di Sungai Mahakam terpantau mulai mereda. Meski demikian, pihak perumdam tetap mengimbau warga Samarinda agar senantiasa menyediakan tampungan air di rumah sebagai langkah antisipasi mandiri. Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi air baku dijadwalkan akan terus dilakukan untuk memastikan stabilitas layanan publik tetap terjaga.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS