THIS SPACE IS OPEN FOR ADS
Kasus Video Lahan Karhutla Berau Berakhir Permintaan Maaf
Dimas Samosir, 09/07/2026
Nasional
-1.jpg)
Media sosial di Kalimantan Timur dihebohkan dengan beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan kondisi lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah dialihfungsikan menjadi area penanaman bibit sawit. Video yang menyoroti kawasan di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau tersebut seketika memicu perhatian luas dari warganet. Menanggapi kehebohan ini, aparat gabungan bersama pemerintah setempat bergerak cepat melakukan penelusuran hingga berujung pada klarifikasi terbuka serta permohonan maaf dari pemilik akun media sosial yang menyebarkan konten tersebut.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah akun media sosial membagikan rekaman visual kondisi lahan terbuka yang dipenuhi tunggul kayu sisa kebakaran. Dalam tayangan tersebut, terlihat pula pondok sederhana serta sejumlah titik yang dinarasikan sebagai area penanaman bibit sawit di atas lahan bekas karhutla. Unggahan ini dengan cepat menyebar lintas platform dan mendulang ribuan interaksi. Merespons potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat, Posko Gabungan Penanganan Karhutla Kecamatan Segah segera memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan lebih mendalam guna meredam spekulasi liar.
lokasi yang ada di dalam rekaman tersebut memang berada di wilayah administratif Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau. Kendati demikian, narasi yang menyertai video awal dinilai kurang akurat dan disampaikan secara terburu-buru tanpa melalui konfirmasi menyeluruh kepada instansi berwenang di tingkat kampung maupun kecamatan.
Pemilik akun Instagram @awank.adhy selaku penyebar video pertama kali hadir langsung di Posko Gabungan Penanganan Karhutla untuk memberikan klarifikasi. Ia mengakui bahwa pernyataan yang dilontarkannya terkait pemerintah kampung dan kecamatan sebelumnya disampaikan secara spontan. Dalam kesempatan yang sama, ia menyatakan bahwa tindakan penghapusan video serta permohonan maaf tersebut dilakukan atas inisiatif dan kesadaran diri sendiri demi menjaga kondusivitas wilayah Berau.
Hingga saat ini, unggahan asli dari video kontroversial tersebut telah dihapus secara permanen oleh pemilik akun dari linimasa media sosial. Pihak Posko Gabungan Penanganan Karhutla Kecamatan Segah terus mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam membagikan informasi visual yang berkaitan dengan isu sensitif lingkungan hidup, guna menghindari disinformasi di ruang publik.
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS