KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Heli Water Bombing Sedot Air Kolam, Pengusaha Ikan Banjar Rugi

Dimas Samosir, 08/27/2026

Nasional

Image
Kolam ikan di Kabupaten Banjar disedot helikopter pemadam tanpa izin, memicu ikan stres dan mati mendadak. Dok : Media Kalses

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Selatan tidak hanya merusak ekosistem alam, tetapi kini mulai berimbas langsung pada sektor perekonomian warga. Sebuah insiden pengerahan helikopter water bombing untuk memadamkan titik api justru menuai keluhan setelah memanfaatkan kolam ikan milik warga sebagai sumber pasokan air tanpa adanya pemberitahuan.

Peristiwa ini menimpa H Ahmad Jailani, seorang pengusaha kolam ikan pemancingan yang berlokasi di kawasan Cindai Alus, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pada Kamis (27/8/2026), kolam usaha miliknya yang menjadi gantungan hidup tiba-tiba menjadi lokasi pengambilan air darurat oleh helikopter pemadam.

Dalam rekaman video yang beredar luas melalui platform media sosial lokal, tampak sebuah helikopter pemadam dengan tali panjang bambi bucket turun mendekati permukaan air. Helikopter tersebut bermanuver rendah, mengambil air langsung dari kawasan kolam milik H Ahmad Jailani secara berulang kali.

Hembusan angin yang sangat kencang dari baling-baling helikopter, ditambah dengan guncangan pada permukaan air saat proses penyedotan, seketika mengubah kondisi kolam yang tenang. Pengambilan debit air dalam jumlah besar secara mendadak ini mengejutkan pemilik dan mengganggu ekosistem di dalam kolam pemancingan tersebut.

drastis dalam waktu singkat membawa dampak fatal bagi keberlangsungan habitat ikan di dalamnya. Dalam dokumentasi visual, terlihat seorang pria paruh baya memegang seekor ikan berukuran cukup besar yang telah mati.

H Ahmad Jailani mengeluhkan bahwa pengambilan air tersebut menyebabkan ikan-ikan di kolamnya mengalami stres tingkat tinggi, yang berujung pada kematian masal. Perubahan tekanan air yang ekstrem serta suara bising helikopter diduga kuat menjadi pemicu utama stres pada ikan yang diternakkan untuk usaha pemancingan komersial tersebut.

KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS