KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS

Dugaan Keracunan MBG di Bontang, 24 Guru dan Siswa Mual Diare

Dimas Samosir, 08/07/2026

Bontang

Image
Ilustrasi Gambar Yang Mewakili Proses Pembagian MBG Kepada Siswa/Siswi Sekolah. Generated By AI Gemini

Penyelidikan atas dugaan gangguan kesehatan massal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang, Kalimantan Timur, terus diintensifkan. Jumlah warga sekolah yang melaporkan keluhan mual, muntah, hingga diare kini bertambah menjadi 24 orang dari tiga lembaga pendidikan berbeda.


Pihak Dinas Kesehatan Kota Bontang bersama Badan Gizi Nasional (BGN) telah membekukan sementara distribusi makanan ke lokasi terdampak serta mengambil sampel sajian guna pemeriksaan laboratorium medis secara ketat.

Peristiwa ini bermula dari penyaluran jatah santapan MBG pada Rabu (5/8/2026) pagi yang diproduksi oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api. Sekitar empat jam pascadistribusi, tepatnya pada siang hari, sejumlah murid serta tenaga pengajar di SDN 012 Bontang Selatan mulai merasakan reaksi tidak nyaman pada saluran pencernaan.


Keluhan kesehatan yang didominasi gejala sakit perut, mual berlebih, hingga diare tersebut secara bertahap juga dilaporkan oleh pihak SD Muhammadiyah Bontang Utara dan PAUD Al Hikmah yang berada dalam wilayah distribusi sekitar Kelurahan Tanjung Laut Indah.

total korban bergejala tercatat sebanyak 24 orang. Rinciannya mencakup 18 orang dari SDN 012 Bontang Selatan (11 murid dan 7 guru), 1 orang dari SD Muhammadiyah Bontang Utara, serta 5 orang dari PAUD Al Hikmah. Penelusuran awal pihak kelurahan mengungkap adanya perubahan formulasi resep pada olahan sayur yang dibagikan hari itu, di mana penggunaan bahan santan diganti menggunakan racikan kemiri. Meski demikian, otoritas penanggung jawab menegaskan bahwa asumsi keterkaitan bahan makanan tersebut masih bersifat dugaan mentah yang belum teruji secara objektif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Totoek Pribadi Ekowati, membenarkan penanganan insiden tersebut dengan menekankan pentingnya pembuktian ilmiah. Pihaknya telah menyita sampel makanan pembanding yang wajib disisihkan setiap hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).


Di sisi lain, Kepala Regional SPPG BGN Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, memastikan penghentian sementara pasokan hidangan khusus ke SDN 012 Bontang Selatan sebagai bentuk langkah preventif evaluasi, sembari menunggu kejelasan hasil medis medis lengkap.

Kondisi mayoritas siswa dan guru yang terdampak dilaporkan telah berangsur membaik dan sebagian besar telah kembali beraktivitas di sekolah. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu spekulatif yang beredar di media sosial. Pemerintah daerah berkomitmen membuka hasil investigasi secara transparan segera setelah Labkesda merampungkan pengujian mikrobiologi dan kimiawi terhadap sampel sajian MBG tersebut.

Insiden ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan higiene dan sanitasi pengolahan pangan di seluruh dapur penyedia MBG se-Kota Bontang. Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Gizi Nasional berencana memperketat kontrol kualitas sejak tahap pemilihan bahan baku, durasi memasak, hingga batas waktu simpan sebelum dikonsumsi oleh anak didik.


KALTIMFACT
THIS SPACE IS OPEN FOR ADS